Mereka yang makan daging sebenarnya hanya memakan biji-bijian dan sayuran; karena hewan itulah yang memperoleh zat gizi yang memberi pertumbuhan dari bahan makanan tersebut. Unsur kehidupan yang ada di dalam biji-bijian dan sayuran itu masuk ke dalam tubuh yang memakannya. Kita menerimanya dengan memakan daging hewan itu. Betapa jauh lebih baik kalau kita memperolehnya secara langsung, dengan memakan makanan yang Allah sudah sediakan bagi kita itu!
Makanan daging tidak pernah menjadi makana yang terbaik; dan penggunaannya sekarang ini semakin ditolak, karena adanya penyakit di dalam tubuh hewan-hewan itu yang kian meningkat. Mereka yang memakan daging hanya sedikit mengetahui apa sebenarnya yang mereka makan. Sering jika mereka melihat binatang itu semasih hidup dan mengetahui kualitas daging yang mereka makan, pasti mereka akan meninggalkannya dengan muak. Manusia terus-menerus memakan daging yang ditulari kuman TBC dan virus kanker. Dengan cara demikian penyakit TBC (tuberculosis), kanker dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya ditularkan.
Jaringan tubuh babi penuh dengan parasit. Mengenai babi, Allah berfirman,"Haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya." Perintah ini diberikan karena daging babi memang tidak cocok jadi makanan. Babi aalah pemakan bangkai, dan inilah satu-satunya tugas yang dimaksudkan untuk babi. Dalam keadaan bagaimanapun, daging babi tidak boleh di makan oleh manusia. Tidak mungkin daging makhluk hidup itu menyehatkan apabila unsur makanannya yang utama itu najis apalagi memakan barang yang menjijikkan.
Seringkali hewan dibawa ke pasar untuk dijual sebagai makanan padahal hewan-hewan itu berpenyakit sehingga pemiliknya takut memelihara lebih lama. Dan sebagian dari proses penggemukannya untuk dipasarkan itu mengakibatkan penyakit. Terkurung dari sinar matahari dan udara bersih, menghirup udara di kandang yang kotor, barangkali juga dibuat gemuk dengan makanan yang sudah membusuk, maka seluruh tubuhnya jadi tercemar oleh bahan-bahan yang najis.
Hewan-hewan itu sering diangkut dalam perjalanan jarak jauh dan sangat menderita untuk sampai ke pasar. Diambil dari padang rumput hijau, menadakan perjalanan berkilo-kilo meter yang melelahkan di jalanan yang panas dan berdebu, berdesakan dalam truk yang kotor, panas dan kelelahan, sering sampai berjam-jam lamanya tidak diberi makan atau minum, binatang yang malang itu akhirnya dijagal agar MANUSIA BOLEH BERPESTA DENGAN MAYATNYA.
Di banyak tempat ikan sudah tercemar oleh kotoran yang dimakannya sehingga mendatangkan penyakit. Khususnya kalau ikan itu terkena pembuangan limbah kota-kota besar. Ikan yang mendapat makanan dari kotoran tersebut bisa berenang jauh ke laut lalu tertangkap di tempat yang airnya jernih dan bersih. Jadi kalau ikan itu digunakan sebagai bahan makanan akan membawa penyakit dan kematian bagi mereka yang tidak menyangka adanya bahaya itu.
Dikutip dari buku "Hidup yang Terbaik" karya Ellen Gold White hal. 305-306
No comments:
Post a Comment